(hasil meresume bacaan)

Narasi transformatif untuk anak, kita seringkali mengabaikan atau mungkin memang tidak mengerti atau barangkali benar-benar tidak tahu bahwa yang selama ini diberikan pada anak-anak, dalam hal kasih, penerimaan, penempatan, pembelajaran itu tidaklah tepat/benar. Kita seringkali memakai kaca mata/pemahaman yang dangkal untuk memberikan semua itu pada anak. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya kepedulian, kurang memahami, tidak menganggap sebagai sesuatu yang penting/serius atau bahkan karena situasi, maka sebagai sumber sang pembelajar dan pendidik justru saling mengandalkan/melimpahkan tanggungjawabnya. Masing-masing lupa/mengingkari tanggung jawabnya sebagai orang yang  telah berjanji dan berkewajiban menjadi pendidik. Keberadaan anak kurang dianggap dan diterima dengan banyak alasan untuk kenyaman diri.

Sebagai orang tua dan pendidik selalu menekankan hidup beriman kepada Tuhan, tetapi tidak bisa membawa diri dan memberi diri sehingga anak dapat nyaman dan percaya.  Dasar kepercayaan anak kepada Tuhan akan tumbuh saat mereka bisa merasa nyaman dan bisa memiliki kepercayaan pada orang-orang disekitarnya. Sedangkan selama yang diberikan justru sebaliknya, yaitu tekanan melalui ancaman fisik dan emosi. Tidak adanya penerimaan tanpa syarat dan jawaban atas setiap pertanyaan, permasalahan yang dihadapi oleh anak, maka akan menimbulkan rasa keterasingan bagi mereka.

Untuk dapat menghindari hal-hal buruk di atas, maka narasi transformatif dalam pembelajaran yang berdasarkan alkitab sebagai dasar kehidupan yang tepat dan utuh harus diterapkan. Dengan narasi transformatif yang digunakan, maka akan ditemukan pola mengajar yang dapat memberikan jawaban kepada pertanyaan dan permasalahan yang dihadapi anak secara utuh. Dengan ini akan bisa diberikan jawaban yang tepat yang berasal dari realitas Ilahi yang dinyatakan secara konkret.
Melalui narasi transformatif dengan memilih model narasi yang tepat sesuai konteks /situasi yang terjadi maka akan dapat dipahami dengan mudah dan benar oleh anak, sehingga pembelajaran yang baik, penuh kasih dan penerimaan ini akan dapat mewujudkan Firman yang hidup dan menghidupkan itu menjadi bermakna.


Pembelajaran melalui narasi transformatif yang tepat dan didukung dengan fasilitas dan suasana pembelajaran yang baik, nyaman sarat kasih, tidak menghakimi, tidak penuh tekanan dan sarat penerimaan akan menghasilkan didikkan yang baik. Oleh karena harus jeli dalam memilih model narasi transformatif yang tepat serta hal-hal lain yang akan mendukung dengan baik dan positif dalam pembelajaran tersebut, sehingga semuanya dapat diberikan dan dapat dipertanggungjawabkan.



Ini adalah salahsatu tugas dari sekian banyak tugas-tugas matakuliah etika yang saya jalani sewaktu menempuh semester tiga. hehehe ^^

Seorang sahabat saudara sering melakukan hubungan seks dengan pacarnya. Beberapa kali dia menceritakan hal tersebut kepada saudara. Jika saudara diminta untuk memberikan penilaian dari sudut etika karakter, apa yang akan menjadi sikap saudara? Apa yang akan saudara sampaikan dan lakukan terhadap sahabat saudara? Apa yang akan saudara lakukan pada diri saudara sendiri? 

Sikap saya melalui penilaian dari sudut etika karakter tentang apa yang dilakukan oleh saudara ini (seks diluar nikah)/ percabulan) :

            Menilai dari sudut etika karakter tentang bagaimana sikap saya terhadap permasalahan tersebut adalah, reaksi pertama yang saya rasakan sudah pasti sedih dan juga menyesal. Bagaimana pun juga hal tersebut (hubungan seks terlarang), itu sudah terlanjur terjadi berkali-kali, bahkan mungkin perbuatan itu dilakukan dengan tanpa beban lagi karena sudah terbiasa. Meskipun demikian menurut saya tidak ada kata terlambat bagi kita untuk saling mengingatkan dan menegur akan hal-hal yang tidak baik (melanggar etika moral)  yang dilakukan, daripada hanya sekedar melihat/ mendengar dengan sedih dan menyesali/ prihatin.
            Sebagai insan Kristiani kita mengerti benar bahwa hubungan seks di luar pernikahan adalah perzinahan. Tubuh kita adalah bait Allah yang kudus, kita harus menjaga kesucian/ kekudusan bait Allah ini. Seks diluar pernikhan sudah tidak sesuai pribadi yang berkarakter Kristus. Pribadi yang berkarakter Kristus berarti pribadi yang mengasihi, jika kita melakukan seks diluar pernikahan itu artinya kita tidak mengasihi diri sendiri. Bagaimana kita bisa mengasihi orang lain jika diri pribadi kita pun tidak kita kasihi. Seks bebas merupakan karakter pribadi yang merusak, tidak hanya merusak diri sendiri tetapi juga merusak orang lain. Dan yang lebih parah adalah merusak hubungan relasi kita dengan Tuhan. Bagaimana kita merasa/ mengaku mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan sementara yang kita lakukan adalah tetap tinggal dalam dosa perzinahan/ percabulan.
            Tidak ada larangan untuk berpacaran/ menjalin hubungan dengan lawan jenis, dalam rangka saling mengenal/ menjajaki pribadi calon pasangan hidup sebelum benar-benar melangkah dalam sebuah pernikahan kudus. Sebagai pribadi yang beretika/ bermoral dan berkarakter Kristus, seharusnya memanfaatkan masa berpacaran untuk saling mengenal karakter pribadi pasangan/ pacar, dan membawa diri kita serta pasangan untuk makin dekat dengan Tuhan serta bertumbuh dalam karakter seorang murid Kristus, bukan jatuh dalam hawa nafsu kedagingan dengan percabulan.
            Dalam hal ini sikap saya adalah dengan tegas sangat menentang percabulan yang dilakukan oleh saudara ini apapun alasannya, karena itu jelas-jelas melanggar etika moral dan bertentangan dengan kehendak Allah, terlebih lagi kita sebagai pribadi yang berkarakterkan Kristus. Saya tidak akan pernah sedikitpun memberi toleransi dalam dosa percabulan ini.

Apakah yang sebaiknya saya lakukan pada saudara kita yang terlanjur melakukan hubungan seks diluar nikah/ seks bebas ?
                Mungkin akan sulit dan memerlukan pendekatan yang lebih ekstra hati-hati, jika orang itu tidak membuka diri/ terbuka dengan kita dengan seks diluar nikah yang mereka lakukan. Tetapi disini saudara kita telah membuka diri dan bercerita kepada kita tentang seks bebas yang ia lakukan, sehingga pendekatan kita untuk masuk dan menyampaikan pandangan-pandangan serta teguran-teguran akan lebih mudah.
            Saya akan sampaikan bahwa perilaku seks bebas/ seks diluar nikah melanggar etika moral dan yang lebih penting lagi adalah menentang ajaran Tuhan. Dalam agama apapun tidak mengijinkan adanya seks bebas. Seks yang benar dihadapan Tuhan  dan masyarakat (terlebih untuk kita)/ masyarakat yang hidup dengan adat ketimuran yang kental dan sarat dengan norma-norma kesopanan serta kesusilaan adalah melalui pernikahan. Masyarakat luas sangat menentang seks bebas, dan tentunya hal ini tidak benar dihadapan Tuhan.
            Saya akan sampaikan dengan tegas bahwa seks diluar nikah itu adalah dosa dan harus segera diakhiri. Meskipun tidak akan mudah karena sudah dilakukan berkali-kali. Bagaimanapun juga seks ibarat narkotika yang dapat mencandu bagi pelakunya. Tidak akan mudah untuk menghentikannya tanpa didasari usaha yang sungguh-sungguh, dengan penuh kesungguhan hati dan mohon pertolongan dari Tuhan sendiri untuk memapukannya. Selain yang utama adalah dosa juga resiko-resiko tertular penyakit yang berbahaya dan kehamilan diluar nikah. Jadi baik pelanggaran moral, dosa, juga resiko-resiko yang lain yang sangat mungkin terjadi akan saya paparkan. Saya akan mengingatkan dengan tegas bahwa tujuan utama Tuhan menciptakkan seks adalah untuk melanjutkan keturunan, bukan sekedar untuk bermain bersenang-senang menurti hawa nafsu diri.
            Langkah kedua yang akan saya sampaikan adalah bahwa dosa percabulan yang sudah dilakukan itu harus dipotong, dicabut dari akarnya sekaligus. Tidak bisa dihentikan dengan cara memotong sedikit demi sedikit (dengan mengurangi porsi/ menurunkan tingkat percumbuan), karena memberi toleransi pada tingkat-tingkat percumbuan yang dilakukan akan terus menuntun langkah yang membuat diri jatuh dalam dosa percabulan/ seks bebas. Semakin memberi toleransi maka semakin sulit untuk mengendalikan diri/ hawa nafsu.
            Ketiga, saya tegaskan bahwa tidak akan ada toleransi dalam hal baik/ buruk, dosa/ suci, salah/ benar. Ketika kita bertoleransi terhadap dosa/ pelanggaran dengan membelok-belokkan/ mencari-cari pembenaran, maka kita tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari dosa itu/ bertobat dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu ketegasan sikap dan kesungguhan hati tanpa ada toleransi terhadap dosa-dosa itu sendiri sangat diperlukan dalam pertobatan.
            Keempat, untuk dapat kembali menjadi pribadi baik, yang sehat, yang berkarakter Kristus dengan meninggalkan percabulan itu, maka yang pertama-tama dilakukan adalah harus masuk dalam tahap pemulihan, yaitu pemulihan hati, pemulihan pribadi/ karakter moral. Kita harus menjaga hati, pribadi/ karakter dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah batas-batas moralitas hidup akan dimulai.
            Setelah menolong dalam tahap pemulihan hati, pemulihan pribadi/ karakter moral yang berkarakter Kristus, maka akan saya tolong saudara saya ini untuk melangkah ketahap berikutnya yaitu tahap pengembangan diri. Pengembangan pribadi dengan moralitas yang berkarakterkan Kristus yaitu hati dan karakter yang sudah dipulihkan sepenuhnya, ini sungguh amat baik tetapi tidak boleh berhenti sampai disini saja. Pengembangan pribadi ini harus terus berkembang ketingkat-tingkat pembaharuan hidup dan berbuah, melalui buah-buah yang nyata dalam tindakan-tindakan yang nyata. Mengembangn diri dan pribadi kearah yang positif dalam pikiran maupun tindakan, yang semakin terarah mendekat kepada Tuhan. Dengan demikian buah-buah pertobatan melalui proses pemulihan dapat dilihat dan dirasakan baik oleh dirinya sendiri maupun orang lain dengan terus mengmbangkan diri.
            Setelah saudara tadi mampu melakukan tahap pemulihan dan pengembangan diri dengan buah-buah yang nyata, maka saya akan bimbing, mengajak dia untuk masuk dalam tahap pemaksimalan. Saya akan terus memotivasi dia untuk memaksimalkan diri dalam mewujudkan buah-buah pertobatannya. Pemaksimalan diri ini akan tidak terbatas pada pembaharuan-pebaharuan hidup yang berkembang terus-menerus sebagai pribadi yang berkarakter Kristus, dengan terus-menerus memperbaharui diri pribadi kearah yang lebih baik dan semakin dekat pada Tuhan. Saya akan terus memotivasi dan menolong dia untuk selalu menjaga hati dengan segala kewaspadaan dan terus berserah mohon pimpinan Tuhan, sehingga dimampukan untuk tetap terus tinggal dalam pertobatan dan pembaharuan hidup. Saya yakin dan optimis bahwa saudara ini akan mampu untuk bertobat dan mengalami pembaharuan hidup, karena hati manusia adalah hati yang elastis, hati yang mudah dibentuk kearah yang lebih baik jika benar-benar berserah dan mohon penguatan, pertolongan pada Sang Penjunan.

Tindakan yang akan saya lakukan pada diri sendiri :
            Melihat dan menerima bahwa tidak ada pribadi yang sempurna. Orang yang baik sekalipun selalu hidup bersebelahan dengan keburukan. Pengalaman saudara tadi akan saya jadikan pelajaran berharga pada diri saya. Puji Tuhan bahwa sampai saat ini saya masih hidup dengan menjunjung tinggi moralitas, saya masih mempertahankan kesucian tubuh sebagai baitNya yang kudus, sehingga dosa percabulan tidak pernah saya lakukan.
            Saya akan terus berusaha memperlakukan diri saya sendiri dengan hormat, karena diri dan tubuh ini adalah pemberian Tuhan yang baik dan kudus. Saya akan terus menghargai, menghormati, mensyukuri dengan senantiasa berusaha dengan keras dan sungguh-sungguh dalam menjaga kesucian diri, melalui segala kewaspadaan, sehingga saya dapat terus hidup dengan batas-batas moral kehidupan yang diperkenan kepada Tuhan.
            Saya akan terus melatih dan menjaga diri saya untuk dapat terus menghindari dan terlepas dari dosa-dosa percabulan. Saya akan terus berusaha untuk selalu ingat dan menyadari, bahwa tubuh dan diri saya ini adalah milik Tuhan, sehingga saya akan selalu dengan tegas mengatakan “tidak” pada diri saya sendiri tentang percabulan, apa pun alasannya tidak akan pernah saya berikan toleransi pada diri saya. Dalam hal ini saya sungguh yakin dan percaya, dan akan terus menanamkan pada diri saya, bahwa bersama Dia Sang Pemberi, Sang Pencipta tubuh ini saya akan dimampukan untuk menjaga kekudusan baitNYA.


            


Inilah kami mahasiswa/mahasiswi Teologi Universitas Kristen Duta Wacana angkatan 2014 yang menjadi pemeran dalam derama klasikal "Merangkai Cerita Menuju Cita"  pada Malam Fakultas penyambutan/ penyerahan almamater angktatan 2015...
Selayang pandang kehidupan berelasi di asrama saya tuangkan dalam drama ini. Pada kesempatan ini saya tidak memainkan peran sebagai tokoh-tokoh yang ada didalamnya meskipun sebenarnya saya cukup senang akting hehehe, sehingga teman-teman saya-lah  yang menjadi tokoh pemeran akting (karena setelah saya renungkan mereka lebih jago memainkan peran, dan jika hanya saya yang memerankannya tentunya tidak mungkin xixixi). Ya menjadi narator dalam pagelaran ini pun bagi saya cukup menyenangkan (narator yang merangkap jadi sutradara nyahaha gaya dikitlah ya).
Drama ini cukup sukses menghibur penonton (iya jelaslah... karena para tokoh-tokoh pemeran akting nya yang luar biasa dan naratornya yang kece pula wkwkwk) yang so pastinya mereka memerankan setiap peran yang diberikan dengan penuh ketulusan sehingga pementasan drama ini bisa sukses terealisasikan... Dan hidupnya derama klasikal ini pun tentunya tidak terlepas pula dari jasa pemain musik nan sabar yang mengerti keinginan, maksud dan tujuan dari si sutradara qiqiqiqi... Terimakasih teman-teman...
Kalian adalah pribadi-pribadi sederhana yang luar biasa. Terimakasih telah hadir dalam hidupku, mengisi kenangan dari seperjalanan ini dan yang akan datang. 
-----------------------------------

Instrumen Musik menghentak mengawali sebagai pembuka (narator membaca dengan semangat dan intonasi keras) “MERANGKAI CERITA MENUJU CITA”.
1.      Masa Anak-anak Group A (5 orang)
Ø  Instrumen Musik Pelan
Ø  Beberapa personal keluar ‘Group A’ menari penuh tawa.
-          Kostum dan gaya atau berpenampilan seperti anak-anak, misalnya rabut di kucir dua.
Ø  Narator + Musik Ceria
Masa anak-anak penuh surga dan manja, ceria dan tawa. Selamat tinggal masa polos tanpa dosa, masa Tulus tanpa prasangka.

2.      Masa Remaja Group B (5 orang)
Ø  Instrumen Musik Mulai  menghentak lagi
Ø  Group A kembali masuk (menghilang ke belakang layar).
Ø  Group B dengan gaya tetap ceria dan lincah keluar menuju panggung menggantikan posisi Group A.
-          Kostum dan gaya ABG.
Ø  Instrumen musik mulai memelan namun tetap ceria ( diiringi dengan Pembacaan Narator)
Masa remaja penuh warna; Ingin tahu dan bimbang. Inilah mereka mulai merasakan getaran-getaran cinta, Singkat tapi nikmat itulah yang dirasa.
Selamat tinggal masa remaja kini kusongson masa terindah itu ‘Masa SMA’.

3.      Masa SMA Group C (5 orang)
Ø  Instrumen Musik lagu-lagu cinta mengiringi
Ø  Group B mulai masuk (menghilang ke belakang layar)
Ø  Dan disusul dengan Group C yang mulai keluar menuju panggung.
-          Berpenampilan Gaul dan keren, tetapi dengan dandanan yang tetap imute.
Ø  Instrumen musik melembut (diiringi dengan Pembacaan Narator)
“Masa Indah Emasku... Penuh warna baru... Cinta... Cinta Menggebu... Cetar membahana... Penuh Romansa” OH...berlalu juga masa Indah Emasku...

4.      Masa Menjelang Manusia Dewasa Group D (7 orang)
Ø  Instrumen Musik masih tetap lembut mengiringi masuknya Group C (menghilang ke beakang layar)
Ø  Dan keluarnya Group D ke atas panggung
-KOSTUM MAHASISWA :
1. Ada yang berpenampilan serius memakai kacamata,
2. Ada yang membawa buku,
3. ada yang bergaya playboy, centil, judes, lembut, dan ramah.
(Dalam pemeranan ini diharapka setiap tokoh menonjokan karakternya)
Ø  Pembacaan Narator di akhiri dengan Instrumen musik yang Menghentak
Inilah dia... Masa menjelang manusia Dewasa.
Ø  Setelah semua tokoh masuk dan berpose acting Narator mulai membacakan lagi narasinya dengan diiringi instrumen yang lembut dan perlahan semakin mencekam diakhiri dengan Instrumen Hentakan yang mengakhiri pembacaan narasi.
Pergumulan, perjuangan jungkir balik, kadang nyungsep...
Cinta, Emosional, Konyol tak masuk akal...
Baik, Culas!, Tulus, Penuh Empati, Tak Peduli, dengan hati dan hanya basa-basi...
Bertanggungjawab dan harga diri lebih membungkus dan mewarnai...
Ø  Setelah selesai pembacaan narasi Group D masuk (menghilang ke beakang layar)  
Ø  (8 orang) Group E keluar keatas panggung menampikan suasana Asrama UKDW
-Berpenampilan atau berekspresi layaknya saat berada di asrama
-tiap tokoh masuk satu persatu dan menempati posisinya lalu menjadi patung
Ø  Masih dengan iringan Instrumen Musik narator membacakan narasinya
Dan .... inilah bagian dari sudut dunia... sekelompok anak manusia dalam dunia yang penuh cita, cinta dan panggung sandiwara...
Manusia-manusia pilihan Hyang Widi Wasa... Tuhan penuh kuasa dan maha cinta... Mahasiswa/wi Duta Wacana dalam binaan, tempaan, dan pingitan AASSRRRAAAAMMMMAAA...
Inilah mereka... Wajah-Wajah pilihan Allah... Anak-anak istimewa pilihan Tuhan... Dengan komitmen dan sejuta pertanyaan... Berjuang, Bergumul, dengan cita dan cinta...
Nafsu dunia dan pangiilan Jiwa...
            Dunia adalah panggung sandiwara... Tiap pribadi pemeran dan sutradaranya...Asrama Duta Wacana adalah panggung kecil dari pentas dunia...
Ø  Para Tokoh atau Karakter mulai memainkan perannya.
Ada semangat dan cinta disana (menunjukan ekspresi yang bersemangat),Ada saling sayang dan kerjasama (memerankan bersih-bersih lantai),Ada saling peduli dan mengingatkan (salah satu tokoh berteriak memanggil teman-temannya untuk ikut ibadah pagi).
Ø  Setelah memainkan perannya setiap tokoh kembali memainkan perannya namun secara bersama-sama menunjukkan sikap-sikap positif kehidupan berasrama.
Empaty... Berbagi.... yang buruk biarlah tetap tersembunyi ditempat sampah asrama!!! Mari kita melihat dan tampilkan yang baik-baik saja...  
Karena diluarsana mereka melihat kami (musik menghentak sejenak lalu pelan lagi) adalah jelmaan para malaikat... yang tak pernah menjilat dan berkianat... Saling sikut dan sikat... bersungut dan berdebat...
Ø  Group E masuk (menghilang ke belakang layar)
Ø  Instrumen Musik Syahdu Mulai Mengiringi
Ohhh.... benar-benar luarbiasa dan hebat!!! Dunia Asrama Pelabuhan sementara Insan penuh ragam dan Warna... Bahagia dan tawa... Persahabatan... Percintaan yang mengharu biru... Getaran Bahagia dan Tangisan Sendu... Cinta oh Cinta...

CINTA INSAN ASRAMA (11 orang)
            (F dan G keluar (memasuki panggung) panggung dari arah yang berlawanan)
Gadis manis briliant harta gereja... jatuh hati pada pemuda bersahaja kelas ‘SSS’ Sangat Sederhana Sekali... Tapi itulah cinta... Sangat Mengejutkan dan penuh misteri... ( F dan G memainkan peran layaknya  sepasang kekasih)
            Sangat kejam bagi yang tak mengerti dan tak sudi memahami...(tokoh pemeran kepala sinode masuk dengan menggunakan jas dan bermuka sangar, menghampiri F dan G memainkan peran sebagai sosok yang melarang mereka untuk bersama) Tuhan yang memberi rasa... Tuhan yang ciptakan cinta... Tapi... Kenapa Sinode yang membatasi... Harusnya Simpati... Jadi intimidasi...Cita harusnya mendukung cinta... Cinta harusnya memperkuat cita... semuanya masih gelap penuh tanya? (F, G dan kepala sinode satu persatu meninggalkan panggung sembunyi di belakang layar)Lembaga OH Lembaga jangan menjadi hakim dan dewa...

            (H dan J keluar memasuki panggung layaknya sepasang kekasih dengan roman yang bahagia) sabarlah wahai sahabat... Badai pasti berlalu... Diantara situasi yang kejam tetap ada “keajaiban”... Beda tapi bisa... (ketua sinode yang lain masuk ke atas panggung menghampiri H dan J dengan wajah yang bersahabat seolah-olah bercengkrama dan merangkul pundak mereka berdua menggambarkan bahwa ia tidak mempermasalahkan hubungan mereka)Lembaga tak selalu menonjolkan kuasa... Ada juga yang punya hati dan mengerti... disini Cinta bisa terus bersemi...Merangkai Cinta menuju Cita... Jangan terlena dengan anugerah surga dunia... Tetaplah Cinta mendukung Cita... Tiap bagian kita memang tak sama karena ini dunia bukan surga. (H, J dan ketua sinode meninggalkan panggung).
           
            (M dan N keluar menuju panggung dengan arah yang belawanan dan langkah yang perlahan) yang sendiri jangan kecil hati.... Cinta dan Cita harus tetap ada... disepanjang jalanmu akan temukan pujaan hati...(M dan N saing menatap dengan tatap penuh misteri) Waktu untuk mencinta adalah misteri...

            (O, X, Z keluar menuju panggung dari berbagai arah yang berbeda. O dengan ekspresi yang menunjukan kekecewaan hati bergestur galau, X keluar dengan melihat foto yang ada ditangannya menatap foto itu merobek lalu membuangnya, Z keluar dengan ekspresi gestur yang menunjukan tangisan akibat kekecewaan mendalam) yang patah hati dan terluka... Putus Asa adalah bodoh... Menyendiri tak perlu terjadi... Jangan korbankan hati... Jangan korbannkan diri... Itu sia-sia.. (O, X, Z saling mendekat bergandengan tangan dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan dan pergi meninggalkan panggung) Karena sejuta cinta itu ada menanti disana...

            (SEMUA ANGKATAN 2014 TERKECUALI PEMUSIK DAN NARATOR KELUAR MEMASUKI PANGGUNG)
            Tetap ceria dan gapai cita... panggung sandiwara dunia tetap ada... Naik dan menarilah disana... Cinta tamat bukan berarti kiamat!!!... Hanya awal terus mencari hikmat...

            Inilah suntingan derama kehidupan Panggung Kecil asrama Duta Wacana... Mari terus berpentas merangkai Cinta... Menuju Cita Harapan kita... Dengan harmoni yang terus kita mainkan Indah di Asrama.

Kawan dengarlahYang akan aku katakanTentang dirimuSetelah selama iniTernyata kepalamuAkan selalu botakEh, Kamu kaya gorila

Cobalah kamu ngacaItu bibir balapanDari pada gigi luKayak kelinciYang ini udah gendutSuka marah-marahKau cacing kepanasanTapi ku tak perduliKau selalu di hati

Reff:Kamu sangat berartiIstimewa di hatiSelamanya rasa iniJika tua nantiKita t'lah hidup masing-masingIngatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang dirikuGak enak badan resah tak menentuKu tahu satu cara sembuhkan dirikuIngat teman-temanku

Don't you worry just be happyTemanmu di sini




kata-kata yang terangakai ini tercipta sewaktu saya masih maba yang harus tinggal diasrama (setelah beberapa bulan diasrama), waktu itu posisi saya ya masih jadi adik kamar yang manis-manisnya dan taat aturan asrama hehehe... rangkaian kata ini tercipta sewaktu saya dalam keheningan malam di jemuran lantai 3 putri, dibalut dilema pergumulan hidup berasrama dan rindu hangatnya pelukan ayah ibunda (ya maklumlah maba manja hehehe)...

sembari merenung, sembari ngurek-ngurek kertas dan terciptalah rangkaian bisikan jiwa
----------------------------------

Kita melangkah dengan keyakinan akan harapan dan impian kita...
Meskipun ada sedikit ragu dan seribu tanya disana...
Mampukah aku....?!
Benarkah ayunan langkah ku....?!

Menatap dan penuh harap...
Dibungkus emosi hati yang menggebu...
Mulai merangkak dan menapak...
Perjuangan dengan ketegaran...
Yang diiringi kecemasan dan harapan...

Benarkah ayunan kakiku ini...
Mulai ragu...
Terus melangkah, merangkai impian...
Harapan cita diri mulia...

Menyingkirkan syakwa, menepis curiga...
Menentang bisikan hati tak suka...
Mengganti kasih dan ketulusan...
Merajut persahabatan disetiap pertemanan...

Memandang semua baik adanya...
Meski pun kadang hadir rasa tak suka ...
Tepis saja...

Ada kekuatan dalam perjuangan bersama...
Ikatan hati yang menumbuhkan kasih...
Kasih pada setiap sahabat,
Kasih yang mengikat,
Kasih yang menopang memberi diri...
Seolah tak tergantikan dan terakhiri...
           
Hari berganti, waktu bergulir...
            Menunggu besua sangat menyiksa...
            Waktunya pun tiba...
            Bersua teman laksana saudara...

            Hati menjadi penuh tanya...
            Keraguan dan kekecewaan, mulai melanda...
            Keegoisan, kemunafikan, penindasan pun kian terasa...
            Bukan Surga !!!!
            Tapi kandang Srigala !!!!

            Impian mulai memudar...
            Senyum sumbang terkembang menyambut kenyataan...
           
            Tak ada peri dan malaikat...
            Kemunafikan dan jahat...
           
            Dimana ketulusan kasih itu...?!
            Apanya yang salah TUHAN...?
            Tidak biasa saja sebagai yang istimewa...
            Tapi,,, kami jauh dari standar kasih itu...
           
            Menjijikkan dan penuh kemunafikan...
            Egois... tak berperasaan...
            Buta hati, mati rasa...
            Kamikah ini abdi-abdi mulia ...?

            Srigala-srigala buas pun kan mari bersua kami...
            Kamikah bakal abdimu yang istimewa...
            Yang KAU pilih itu ....?!

Kami mulai ragu dan takut akan tempat istimewa dan para terpilihMU ini...




Diberdayakan oleh Blogger.